Kejagung Cuma Copot Jabatan Pinangki, Ia Masih Berstatus ASN

Kejaksaan Agung memberikan pernyataan bahwa mereka belum mencopot status aparatur sipil negara atau ASN pada Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang sekarang ini pernah terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi di pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Joko S Tjandra. 

Pinangki Masih Jadi ASN

Kepala pusat penerangan hukum (Kapuspenkum) Kejagung,Harry Setiono mengatakan bahwa sekarang ini Pinangki baru saja dicopot dari jabatannya yaitu sebagai Jaksa struktural pada wilayah kejagung. “ belum ( dicabut status ASN-nya), hanya jabatan struktural saja,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia pada hari Rabu (2/12).

Dirinya juga menjelaskan bahwa pihaknya sekarang ini masih menunggu hasil dari persidangan kasus yang menjerat Jaksa tersebut. Menurutnya, Pinangki, sempat mengajukan banding juga atas hukuman disiplin berat yang mana dijatuhkan oleh korps Adhyaksa. Akan tetapi Hari menjelaskan bahwa upaya banding itu masih belum berproses dengan alasan yang sama yaitu menunggu vonis dari hakim. “ kalau ASN nanti menunggu vonis Hakim karena kalau langsung dicabut ternyata dinyatakan tidak bersalah kan jadi salah juga,” ungkapnya.

Hari juga menambahkan bahwa mekanisme pencopotan status ASN yang sudah disebabkan kepada seorang pegawai nantinya bakal diputuskan Dewan Pertimbangan Kejaksaan Agung lewat mekanisme sidang.

Sebagai informasi saja jaksa Pinangki sekarang ini diadili atas kasus tindakan suap dan juga tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan juga pemufakatan jahat yang terkait dengan pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) guna kepentingan terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko S Tjandra.

Pinangki Gunakan Untuk Keperluan Pribadi

Diduga dirinya sudah menerima uang yang besarnya US nya$ 500 ribu dari Djoko Tjandra. Uang tersebut diantaranya dipakai oleh Pinangki eh untuk membayar apartemen yang ada di Amerika Serikat sebesar Rp.412.705.554, Kemudian untuk pembayaran dokter kecantikan yang ada di Amerika Serikat sebesar Rp.419.430.000 dan untuk pembayaran dokter home care dengan total Rp. 176.880.000.

Adik dari jaksa Pinangki yakni Punki Primarini, mengatakan bahwa kakaknya sempat pergi ke Negeri Paman Sam tiga kali untuk keperluan operasi hidung dan juga kontrol payudara. Namun dirinya mengaku bahwa tidak mengetahui Berapa besar biaya yang dikeluarkan oleh kakaknya itu berikut juga sumber uang yang dipakainya.

“saya dan terdakwa (Pinangki Sirna Malasari) bersama dengan ibu saya dan Bima anak terdakwa usia 4 tahun. Setahu saya waktu itu ( keperluannya) untuk ke dokter, operasi hidung untuk sinus terdakwa kemudian cek control payudara, Cancer mungkin,” ungkap Pungky Ketika memberikan kesaksian untuk terdakwa Pinangki bertempat di Pengadilan Tipikor Jakarta pada hari Senin (30/11) lalu. 

Dia juga menerangkan bahwa kepergian kakaknya ke Amerika Serikat memakai pesawat Emirates airlines dan mereka menginap di Trump Tower yang biaya penginapannya dikeluarkan oleh Pinangki. “kakak saya yang bayar,” katanya.

Pungkijuga mengatakan bahwa kakaknya rutin mengirimkan uang ratusan juta rupiah yang mana digunakan dirinya untuk kebutuhannya dan juga keluarga. Hal tersebut diketahui setelah Jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Pungki. 

“saudara mengatakan terkadang terdakwa mengirim uang togel hari ini ke rekening saya tiga bulan, 5 bulan, enam bulan sekali. Nilai yang dikirimkan paling sedikit 100 juta dan paling besar 500 juta ke rekening BCA. Apa benar?” Tanya Jaksa kepada Pungki. “betul. Saya tahu nominal pas diperiksa Kejaksaan Agung Karena saya ditunjukkan rekening koran saya,” jawab Pungki.

Categories: News

Tags: